Disadur dari sebuah artikel di thejournal.com, San Jose, peneliti pasar di Global Industry Analysts, sebuah organisasi yang berbasis di California, AS, menyebutkan bahwa rancangan pasar global eLearning akan bernilai $ 52.6 miliar pada tahun 2010. Serta dalam eLearning: A Global Strategic Business Report, sebuah laporan
Bagi anda yang berprofesi sebagai pengajar, saat ini dengan adanya internet memungkinkan sekali untuk melebarkan sayap selebar-lebarnya.
Kendala jarak dan waktu yang biasanya menjadi hambatan dalam menyampaikan sesuatu, termasuk menyampaikan materi ajar, sekarang sudah sangat tereduksi dengan adanya jaringan internet yang notabene sekarang dapat diupayakan masuk dengan tidak terlalu susah sampai ke pelosok sekalipun.
salah satu layanan di internet untuk mengajar dan belajar adalah wiziq (katanya dibacanya wiz IQ). wiziq adalah sebuah layanan yang memungkinkan pengajar dan muridnya untuk berinteraksi secara intensif secara online dalam kegiatan belajar mengajarnya.
Fitur-fitur yang ada di wiziq diantaranya:
- Kelas Online
- Kelas Virtual
- Ujian Online
- Direktori Pengajar
- Contact Management
selengkapnya bisa anda lihat pada Wiziq Tour yang ada di situs resminya.
Dan yang mengharukan ..cieehhh… layanan yang diberikan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin tanpa dipungut biaya sepeserpun, kecuali biaya untuk internetnya ya. Walaupun demikian bagi anda yang ingin mendapat pelayanan lebih dari wiziq seperti support dan lainnya maka wiziq menyediakan service premium juga.
Konten yang dapat digunakan di wiziq sangat beragam, mulai yang berbasis teks seperti pdf ataupun power point, juga yang berbasis audio video murni.
WiZiQ yang revolusioner adalah mitra kewirausahaan para pendidik di seluruh dunia yang dapat menyentuh peserta didik di belahan manapun didunia ini, dengan syarat ada internet. Pengajar dapat menjadi pengusaha dengan menggunakan WiZiQ; melakukan kelas online dari sekolah, akademi, universitas, rumah, cyber kafe dan lembaga lainnya, berinteraksi tatap muka secara online, mengadakan ujian, memberikan bahan ajar, dan lain-lain semua berbasis online. Inilah yang sangat menarik dan merupakan kesempatan tanpa batas bagi pengajar untuk melebarkan sayapnya.
dan satu lagi, wiziq pun dapat digunakan oleh peserta didik untuk berbagi konten dengan peserta didik lain dan mempunyai perpustakaan online pribadi. Peserta didik juga dapat membentuk groups dengan sesamanya yang mempunyai kesamaan minat.
Jadi para pengajar, inilah sepertinya kesempatan yang sangat baik bagi anda untuk berkontribusi dalam lingkup yang lebih luas daripada lingkup yang anda jalani sekarang ini, ini juga merupakan kesempatan untuk mempunyai ladang amal yang lebih luas lagi daripada yang mungkin sekarang anda garap, dan ini juga merupakan keempatan untuk menambah penghasilan disamping yang sudah ada sekarang. Selengkapnya untuk menggunakan wiziq senagai lahan pendapatan anda dapat dilihat disini.
Oya, ternyata referensi wiziq ini juga dapat anda lihat di wiziq-indonesia.blogspot.com.
Semoga bermanfaat.
tak kubagi makanan pada yang menahan lapar
sebenarnya siapa yang kubiarkan lapar..
tak kuulurkan tangan sejuk pada yang sakit
sesungguhnya siapa yang kubiarkan sakit..
masih tak kusapa jiwa yang sepi..
entah siapa yang tak kupedulikan itu..
aku membiarkan diriku lapar
aku membiarkan diriku sakit
aku membiarkan jiwaku sepi
kau tahu.., aku menyakiti diriku sendiri..
nakjadimande
Pernahkah dalam hidup anda mengalami suatu momentum yang mungkin mengubah jalan hidup anda setelah mendengar atau membaca sepenggal kalimat? Setelah beribu-ribu rangkaian kata tidak mampu mendobrak pintu pintu hati anda?
Pernahkah dalam hidup anda menemukan sepatah dua patah kata yang selalu terngiang di telinga anda, terbayang di kelopak mata anda, menggelitik hati dan pikiran anda
yang membuat anda susah memejamkan mata pada saat anda mengantuk, susah menelan makanan saat anda lapar?
dan saya pernah, tidak hanya sekali, tetapi berkali-kali, diantaranya setelah saya membaca tulisan bundo nakjadimande diatas … dan komentar yang ada dipikiran saya pertama kali adalah hanya sekedar hmmmmmm …. sebagai tanda ketidakberdayaan untuk berkata-kata..
bagaimana dengan anda? pernahkan mengalami hal serupa?
Kebutuhan manusia memang berbeda-beda, seperti juga pengalaman, antara manusia yang satu dengan lainnya pasti pernah mengalami pengalaman yang sama atau membutuhkan hal yang sama tetapi bisa jadi datang pada saat yang berbeda.
Demikian pula dengan saya, dalam menggunakan fonts biasanya saya hanya memakai yang disediakan oleh system tanpa menuntut yang macem-macem. Tetapi ternyata datang pula saatnya saya harus menggunakan fonts yang tidak tersedia pada system.. nah..nah.. mulai pusing deh saya..
Akhirnya setelah mencari kesana-kemari …(hehe.. biar kesannya bejuang mati-matian.., padahal cuman searching pake fasilitas om google).. saya mendapat petunjuk dari beberapa tuntunan yang sangat berguna, sebagian menganggap mengetahui cara menginstal fonts yang tidak disediakan linux secara default adalah hal sepele, tetapi yang lain menganggap seperti menemukan permata (termasuk saya).. oya ini diantara sumber yang saya pakai petunjuknya disini, dan disini, dan disini juga.
Untuk pembahasan artikel rujukan silakan anda menuju link yang saya sediakan diatas, untuk membaca ringkasannya silakan lanjutkan membaca artikel ini.
Jadi yang saya temui, ternyata untuk menginstal fonts baru pada linux Mint atau pada linux yang berbasis debian lainnya termasuk ubuntu (saya sendiri dalam menginstal fonts baru pada linux mint merujuk pada penginstalan fonts di ubuntu) itu bisa dilakukan dengan 3 cara:
- Dengan menggunakan fasilitas apt-get install
- dengan memakai package manager
- Dengan cara manual
1. Menggunakan apt-get install
Apabila source font yang ingin kita install sudah terdapat di repositori kita maka cara termudah mengintalnya adalah dengan menggunakan fasilitas apt-get yang sudah mafhum terdapat di linux berbasis debian. cara menggunakannya adalah dengan mengetikan apt-get install [nama font], ini apabila anda menggunakan account root. Apabila anda tidak menggunakan account root maka penulisan pada console-nya adalah sebagai berikut:
sudo apt-get install [nama font]
contohnya bisa anda lihat pada gambar berikut:
(klik gambar untuk melihat ukuran sebenarnya).
Pada contoh diatas saya menggunakan aplikasi Geany, yaitu sebuah aplikasi text Editor yang terintegrasi dengan IDE yang ringan dan mendukung cukup banyak bahasa pemrograman, dan yang paling saya suka dari geany adalah karena ia mempunyai console yang terintegrasi sehingga saya yang sering merubah permission file maupun directory tidak harus bolak-balik membuka console linux yang berdiri sendiri. Namun demikian untuk memerintahkan linux mint agar menggunakan apt-get tentunya tidak harus memakai geany tetapi cukup dengan menggunakan console native-nya linux.
setelah anda mengetikan perintah tadi, maka linux mint akan memeriksa repository list yang ada pada system, apabila ditemukan maka secara otomatis fonts yang kita inginkan akan terinstal, terkonfigurasi dan siap digunakan. untuk mengetesnya coba anda buka open office misalnya dan lihat pada .font list di tool bar. Apabila proses penginstalan berjalan sempurna maka fonts yang baru saja kita instal harusnya sudah nongol disana.
2. Menggunakan package manager
Apabila anda tidak ingin ribet dengan perintah pada console, maka linux mint (begitu juga dengan kebanyakan distribusi linux yang lain) memberikan kemudahan kepada anda dengan menyediakan package manager, pada linux mint saya package manager yang dipakai adalah synaptic.
Menggunakan synaptic adalah semudah klik..klik..klik….
. yups.. saya tidak sedang bercanda, kalo tidak percaya silakan coba
.
Tapi baiklah saya akan paparkan caranya:
pertama buka synaptic, biasanya ia akan menanyakan password root atau pasword sudo anda, setelah ok maka anda akan dibawa menuju tampilan UI synaptic.
kedua, supaya memudahkan menemukan apa yang kita cari maka gunakan search bar pada synaptic dan ketikan “fonts” (tanpa tanda kutip), secara otomatis synaptic akan melist semua source maupun binary yang mengandung key word font yang terdapat pada repository yang dikandung system (catatan: repository ini bisa ditambah, dikurang, di update; sehingga repository anda bisa jadi berbeda kandungannya dengan repository saya walaupun kita menggunakan distribusi linux yang sama).
ketiga, dari list tersebut kita pilih fonts apa yang ita kehendaki, kemudian klik tanda centang (dengan tulisan apply) untuk menginstal fonts yang kita maksud tersebut.
keempat, silakan seduh kopi atau sebangsanya dan tunggu instalasinya selesai
terakhir, apabila instalasinya sudah selesai maka lakukan test apakah fonts yang kita instal itu sudah dapat digunakan atau belum dengan cara membuka (misalnya) open office dan lihat pada font list pada tool bar. Apabila fonts yng kita instal terlihat pada list fonts open office itu tandanya instalasi sukses
contoh tampilan synaptic bisa anda lihat disini (klik untuk melihat ukuran sebenarnya)
3. Cara manual
Selain dengan2 cara yang keliahatannya sangat teknis (point 1 dan 2), maka ada cara lain untuk menginstal fonts pada komputer linux mint, misalnya untuk font yang kita unduh secara manual dari internet atau yang anda minta dari teman anda
. Caranya adalah sebagai berikut:
pertama, anda buat direktory .fonts (ingat ya ada titiknya sebelum nama directory) pada directory home anda. contohnya adalah
/home/deni/.fonts
kedua, copy dan paste-kan fonts anda ke dalam directory tersebut;
ketiga, selesai… anda sudah dapat memanfaatkan font yang barusan anda instal.
keempat, test seperti contoh pada point 1 dan 2.
Barangkali ada diantara anda yang mempunyai cara lain yang lebih jitu dalam menginstal fonts di linux mint atau distribusi linux yang lain, maka sharingnya sangat diharapkan sekali
Bayarlah kepada pekerja upahnya sebelum kering keringatnya dan beritahukanlah berapa upahnya, ketika dia masih bekerja.
(HR. Baihaqi).
Adakah diantara anda pernah memperkerjakan orang lain? taukah anda apa hak dan kewajiban anda sebagai orang yang memberi pekerjaan atau kita istilahkan dengan majikan?
Taukah juga anda apa hak dan keajiban orang yang anda pekerjakan?
Tentunya sang majikan tidak ingin dilanggar haknya, tapi sudahkan sang majikan ini tidak melanggar hak orang yg diberi pekerjaan olehnya?
Indah sekali saudara apabila kita faham hal-hal dasar seperti ini. Saya pikir tidak perlukan terjadinya demo disana dan disini apabila aturan yang sempurna ini dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Pernahkan anda mendengar ini saudaraku:
Dari Al-Marur bin Suwaid berkata,”Aku pernah melihat Abu Dzar Al-Ghifary r.a. sedang mengenakan sepotong baju jubah, juga budaknya yang mengenakan baju serupa. Kemudian aku menanyakan hal itu kepadanya. Jawabnya,”aku pernah mencaci maki seseorang, lalu orang itu mengadukanku kepada Rasulullah Saw kemudian Nabi bersabda, Apakah kamu menghinanya karena ibunya. Sesungguhnya kamu adalah seseorang yang pada dirimu terdapat jiwa jahiliyah. Kemudian Nabi menjelaskan, sesungguhnya saudara-saudara kalian itu pembantu kalian juga, yang Allah jadikan berada di bawah kekuasaan kalian. Maka barang siapa yang saudaranya di bawah kekuasaannya, hendaklah ia memberinya pakaian seperti pakaian yang ia kenakan, janganlah kalian bebani mereka dengan apa yang memberatkan mereka, karena jika kalian membebani mereka dengan apa yang memberatkan maka bantulah.
(HR. Bukhari Muslim).
apabila jawabannya iya, maka apakah yang menghalangimu untuk tidak mengikuti apa yang anda dengar itu?
** Itulah potongan percakapan antara saya dengan diri ini pada suatu saat ketika sepucuk surat elektronik menghampiri inbox gmail saya… yang pengirimnya adalah masih orang sama, Ia-lah rekan sekantor saya, dengan tag subjek yang sama (HADIST PILIHAN MNGGU INI – [Topik bahasan]).
OK.. seperti janji saya, maka inilah bagian kedua dari kegiatan membedah denisantana.web.id, sedangkan bagian pertamanya dapat anda lihat disini
Themes
Themes yang saya pakai adalah customizing dari themes Freemium yang diciptakan oleh Paul Kadysz dan Dariusz Siedlecki. Selain karena themes ini sangat lucu
alasan lain adalah karena feature yang ditawarkannya dan juga keleluasaan yang diberikan oleh pemberi theme:
- boleh di download secara gratis
- boleh digunakan untuk web komersil maupun non komersil
- boleh di customize sesuka kita
tanpa ada ketentuan untuk menyebutkan siapa pembuat awalnya, tetapi -seperti yang anda lihat pada footer- saya tetap mencantumkan link ke alamat themes asli karena kewajiban moral untuk berterima kasih kepada pembawa maupun pembuat themes yang saya pakai ini.
Nah bagi anda yang tertarik menggunakan themes Freemium maka bisa anda dapatkan disini atau apabila ingin melihat demonya bisa anda lihat disini
sedangkan pembahasan mengenai plugin, maka saya akan tuliskan pada tulisan berikut, karena pembahasan tentang plugin akan cukup panjang.
Oya, menurut anda bagaimana tampilan themes editan ini dibandingkan dengan themes aslinya? masihkah cukup pantas dikatakan menarik?