aku, jiwa yang sakit … -sebuah komtemplasi-
tak kubagi makanan pada yang menahan lapar
sebenarnya siapa yang kubiarkan lapar..tak kuulurkan tangan sejuk pada yang sakit
sesungguhnya siapa yang kubiarkan sakit..masih tak kusapa jiwa yang sepi..
entah siapa yang tak kupedulikan itu..aku membiarkan diriku lapar
aku membiarkan diriku sakit
aku membiarkan jiwaku sepikau tahu.., aku menyakiti diriku sendiri..
Pernahkah dalam hidup anda mengalami suatu momentum yang mungkin mengubah jalan hidup anda setelah mendengar atau membaca sepenggal kalimat? Setelah beribu-ribu rangkaian kata tidak mampu mendobrak pintu pintu hati anda?
Pernahkah dalam hidup anda menemukan sepatah dua patah kata yang selalu terngiang di telinga anda, terbayang di kelopak mata anda, menggelitik hati dan pikiran anda
yang membuat anda susah memejamkan mata pada saat anda mengantuk, susah menelan makanan saat anda lapar?
dan saya pernah, tidak hanya sekali, tetapi berkali-kali, diantaranya setelah saya membaca tulisan bundo nakjadimande diatas … dan komentar yang ada dipikiran saya pertama kali adalah hanya sekedar hmmmmmm …. sebagai tanda ketidakberdayaan untuk berkata-kata..
bagaimana dengan anda? pernahkan mengalami hal serupa?
nakjaDimande
dan memang kata2 itu ditujukan buat aku, deni
aku yang masih saja sakit.. tak berdaya..
ya Rabbana, sembuhkan aku.. sembuhkan kami..
Deni Santana
aamin….
nakjaDimande
deni kemana..??? semoga deni dan keluarga sehat yaa..
cut
ya ampuuun,,,,,touching my heart bgtt. thanks……
Deni Santana
u’r welcome…
tp lebih tepat kalo ucapan terima kasih itu sama2 kita tujukan buat bundo nakja
adam
mampir kang … ujan deres banget, boleh kan?