Tentang denisantana.web.id: apa dan bagaimana (Part 1)

Posted on the June 8th, 2009 under Aktifitas by Deni Santana

jutaan langkah yang dilalui selalu dimulai oleh langkah pertama
O Sensei

hey..hey… bukan sulap bukan sihir.. kali ini saya akan membedah dalem-dalemannya :D denisantana.web.id, darimana ia datang dan kmana ia akan pergi.. so.. stay tune ….ciehhh…

Sebenarnya tulisan ini ditujukan untuk menjawab pertanyaan saya sendiri pada saat memutuskan diri untuk negblog. Tentang apa, mengapa, dan bagaimana blog pribadi saya ini harus saya bangun. Dan tulisan ini pun semoga bisa menjadi inspirasi bagi yang sedang memikirkan untuk punya blog pribadi mupun jadi pembanding bagi yang sudah duluan ngeblog… tidak bermaksud untuk tinggi hati tetapi ini hanya untuk sharing… untuk berbagi… yang pasti ini bermanfaat buat saya dan semoga juga untuk anda.

Tulisan ini saya bagi kepada tida sub bahasan:
1. Blog Engine
2. Themes
3. Plugins

Blog Engine

Blog Engine yang saya pakai, seperti yang anda lihat pada footer web ini adalah wordpress. Apa itu wordpress sepertinya sudah tidak harus saya jelaskan panjang lebar karena begitu populernya blog engine yang satu ini, tetapi supaya saya tidak berkhianat terhadap perkataan saya sendiri – tentang pertanyaan ‘apa’- maka saya akan jelaskan secara singkat apa itu wordpress.

Wordpress muncul pertama kali pada tahun 2003, tepatnya pada tanggal 27 Mei 2003 (versi 0.70), dimana versi 1.0 muncul beberapa bulan kemudian (3 januari 2004) yang katanya neh wordpress diciptakan awalnya adalah karena keinginan si penemu untuk belajar php. Hingga saat ini (pada saat tulisan ini dibuat) versi stabil wordpress yang paling baru adalah versi 2.7.1. Wordpress sangat mudah digunakan karena kesederhanaannya… eiit tapi tunggu dulu jangan kira karena sederhana maka dia tidak dapat diandalkan karena yang terjadi justru dia sangat dapat diandalkan. Fitur lengkap wordpress bisa anda lihat disini.

alasan menggunakan wordpress untuk blog pribadi ini adalah itu tadi, kesederhaan, mudah dihias ataupun ditambah dan dikurangi, sehingga match dengan kebutuhan saya.

Sedangkan tentang bagaimana saya menggunakan wordpress maka tunggu saja tulisan saya selanjutnya tentang mendevelop blog dengan wordpress pada komputer local dan bagaimana memindahkannya ke server hosting.. ;) promise …

hmmmm.. dah mulai kepanjangan nih..
ok mengenai themes yang saya pilih dan plugin yang saya pakai pada blog ini silakan dilihat pada tulisan selanjutnya

Inspiring Story: Cerita Penjual Kerupuk

Posted on the May 29th, 2009 under Petuah by Deni Santana

Sampai sekarang, saya selalu berpikir, mengapa orang sebenarnya bisa jujur
dan dapat dipercaya, hanya karena pintu kematian berada didepan wajahnya.
Yang saya pikirkan, bagaimana caranya membuat manusia setiap saat berada
dalam kondisi atau suasana latihan terjun, mungkinkah?

Lagi.. saya mendapat kiriman email yang menarik dari rekan sekantor tentang… ehhmmm…. silakan dibaca aja dech :) supaya afdol. Begini ceritanya:

Pada tahun 1969, saya mengikuti latihan para dasar, terjun payung statik di
pangkalan Udara Margahayu Bandung. Menjalani latihan yang cukup berat
bersama dengan lebih kurang 120 orang dan ditampung dalam dua barak panjang
tempat latihan terjun tempur.

Setiap makan pagi, siang dan malam hari yang dilaksanakan di barak, kami
memperoleh makanan ransum latihan yang diberikan dengan ompreng dan atau
rantang standar prajurit. Diujung barak tersedia drum berisi sayur, dan
disamping nya ada sebuah karung plastik berisi kerupuk milik seorang ibu
setengah baya warga sekitar asrama prajurit yang dijual kepada siapa saja
yang merasa perlu untuk menambah lauk makanan jatah yang terasa kurang
lengkap bila tidak ada kerupuk. Sang ibu paruh baya ini, tidak pernah
menunggu barang dagangannya.

Setiap pagi, siang dan malam menjelang waktu makan dia meletakkan karung
plastik berisi krupuk dan disamping nya diletakkan pula kardus bekas rinso
untuk uang, bagi orang yang membeli kerupuknya. Nanti setelah selesai waktu
makan dia datang dan mengemasi karung plastik dengan sisa kerupuk dan kardus
berisi uang pembayar kerupuk.

Iseng, saya tanyakan, apakah ada yang nggak bayar Bu? Jawabannya cukup
mengagetkan, dia percaya kepada semua siswa latihan terjun, karena dia sudah
bertahun-tahun berdagang kerupuk di barak tersebut dengan cara demikian.
Hanya meletakkan saja, tidak ditunggu dan nanti setelah semuanya selesai
makan dia baru datang lagi untuk mengambil sisa kerupuk dan uang hasil
jualannya. Selama itu, dia tidak pernah mengalami defisit. Artinya tidak ada
satu pun pembeli kerupuk yang tidak bayar. Setiap orang memang dengan
kesadaran mengambil kerupuk, lalu membayar sesuai harganya. Bila dia harus
bayar dengan uang yang ada kembaliannya, dia bayar dan mengambil sendiri
uang kembaliannya di kotak rinso kosong tersebut.

Demikian seterusnya. Beberapa pelatih terjun, bercerita bahwa dalam
pengalamannya, semua siswa terjun payung yang berlatih disitu dan menginap
dibarak latihan tidak ada yang berani mengambil kerupuk dan tidak bayar.
Mereka takut, bila melakukan itu, khawatir payung nya tidak mengembang dan
akan terjun bebas serta mati berkalang tanah.

Sampai sekarang, saya selalu berpikir, mengapa orang sebenarnya bisa jujur
dan dapat dipercaya, hanya karena pintu kematian berada didepan wajahnya.
Yang saya pikirkan, bagaimana caranya membuat manusia setiap saat berada
dalam kondisi atau suasana latihan terjun, mungkinkah?

membaca tulisan diatas hati cukup tersentuh, berikutnya membuat saya berpikir dan mengakui kebenarannya…

adakah diantara rekan-rekan yang mengalami inspiring moment seperti saya saat menulis artikel ini?

petuah #1

Posted on the May 26th, 2009 under Petuah by Deni Santana

Agama adalah nasehat….

Itulah penggalan hadist yang sangat masyhur dari rasulullah saw. Saya jadi punya ide setelah mendapat kiriman email berkala tiap minggu dari rekan sekantor yang subject-nya selalu sama : “HADITS PILIHAN MINGGU INI: (topik hadist)”.

Saya beripikir kalo ini bermanfaat buat saya sepertinya akan bermanfaat pula bagi orang lain yang mencari hal yang serupa.
Namun demikian saya bukanlah ahli ilmu.. sayang sekali memang…
jadi disini saya hanya akan menuliskan apa adanya seperti yang saya dapat dari email… Semoga bs bermanfaat dan atau ada rekan-rekan yg dapat menjelaskannya melalui komentar sehingga akan menambah manfaatnya berlipat-lipat.

Dari ‘Aisyah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, “Jika mengantuk salah seorang dari kamu dalam mengerjakan sholat hendaklah ia tidur sehingga hilang rasa kantuknya. Sesungguhnya jika seseorang mengerjakan sholat dengan mengantuk, jangan-jangan ia akan membaca istighfar lalu mengigau mengumpat dirinya sendiri.”
(dishahihkan Bukhari – Muslim)

Dari Anas r.a. berkata, Nabi saw masuk masjid tiba-tiba beliau menemukan tali yang terulur di antara dua tiang. Nabi saw bertanya, “Tali apakah ini?” Jawab orang banyak, “Tali kepunyaan Zainab kalau ia merasa capai berdiri sholat, ia berpegangan dengannya.” Maka Nabi saw bersabda, “Lepaskan tali itu. Hendaklah sholat dilakukan dalam keadaan tangkas, cekatan dan apabila letih (mengantuk) hendaklah tidur.”
(dishahihkan Bukhari – Muslim)

Release of DeniSantana.web.id

Posted on the May 18th, 2009 under Uncategorized by Deni Santana

Setelah menjalani tapa brata di perut ibu pertiwi akhirnya lahirlah web ini pada tanggal 19 Mei 2009 sebagai manifestasi semangat belajar dan berbagi.

So.. lets ROCK THE WORLD

Syntax heredocs pada PHP

Posted on the May 16th, 2008 under Uncategorized by Deni Santana

Disclaimer:
Ini adalah tulisan dri seorang pemula untuk teman2 yang juga pemula, tetapi juga tidak haram bagi yg dah advance :)

OK langsung aja ya.

Pada PHP ada satu syntak yang dapat digunakan untuk mempersingkat menuliskan tag-tag html (tidak untuk semua kasus tentunya). Syntak yang dimaksud bernama “heredocs” (tanpa tanda koma).

Fungsi dari syntak ini adalah untuk menggantikan penulisan tag html satu-persatu dengan menggunakan syntaks ‘echo’ atau ‘print’ ataupun untuk mengapit string secara umum.

Tanda heredocs syntax adalah “<<<” (tanpa tanda kutip). Setelah operator <<< dideklarasikan, sebuah identifier diperlukan, kemudian syntak atau pernyataan yang kita inginkan ditulis pada garis baru. Jangan lupa untuk menutup dengan idenfier yang sama dan tanda “;” (titik koma tanpa tanda “)

contoh:

contoh 1

contoh tersebut sangat sederhana, anda dapat mencobanya dengan pernyataan yang lebih kompleks tentunya, seperti contoh berikut:

contoh 2

Maka output yang akan ditampilkan oleh browser adalah:

Nama saya adalah “deni”. Saya sedang mencetak foo.
Saat ini, Saya sedang mencetak Bar2.
yang akan mencetak huruf kapital ‘A’: \x41

Harus diingat bahwa Identifier penutup harus berada pada baris tersendiri, dan tidak boleh diawali oleh selainnya, juga penamaannya harus mengikuti aturan penamaan pada PHP: hanya boleh menggunakan huruf, angka dan underscore; dimulai dengan huruf ataupun underscore tetapi tidak boleh dimulai dengan angka.

semoga bermanfaat.

Referensi:
1. disini dan
2. disini