Archive for the ‘Petuah’ Category

Taqdir (?)

Posted on the April 27th, 2010 under Opini, Petuah by Deni Santana

Pada satu hari di bulan April 2010, di Universitas Paramadina diadakan seminar mengenai pencak silat, yang mempunyai hajat adalah rekan-rekan dari Margaluyu Pusat. dalam seminar sehari (ga sampe sehari sebenarnya :) ), rekan-rekan dari Margaluyu Pusat ini mengajak kepada Aliran Pencak Tradisional lain untuk urug rempug dalam silaturahmi tersebut.

dalam acara tersebut cukup banyak tetua-tetua aliran pencak silat yang namanya cukup dikenal, termasuk ada Pak Oong Maryono (beliau adalah peneliti pencak silat asal Jawa Timur, juga pelatih Nasional Thailand dan Vietnam). Disana terlihat pula Kang Awang (Rakawira Gerak Gulung Budi Daya), juga ada Pak Bambang (Cingkrik Goning), Bapak Edward Lebe (Baringin Sakti pencak Silat), dan beberapa tetua yang lain, juga tidak ketinggalan teman-teman dari Komunitas Pecinta dan Pelestari Pencak Silat Tradisional Indonesia.

Dahsyatnya Kematian

Posted on the April 21st, 2010 under Petuah by Deni Santana

Tak perlu ia banyak berkata-kata saat memberi nasehat
karena nasehatnya yang paling ampuh adalah diam.

Tak perlu juga ia meracau yang tidak perlu
karena bicaranya yang paling terdengar adalah senyap.

ia datang tanpa terduga
membawa semua yang paling berharga

ia pergi entah kemana
tanpa jejak.. tanpa kata-kata

Sudah siap belum ya saya menyambut dirinya saat datang menjemput?
ntahlah ………..

LAMARANMU KUTOLAK!

Posted on the April 15th, 2010 under Petuah by Deni Santana

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah,niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (An-Nahl QS 16:18)

beberapa hari lalu saya mendapat kiriman email dari teman kantor, sungguh sebuah kisah yang entah nyata atau fiksi, tapi yang pasti isinya sangat dalam menggigit hingga terasa di celekitnya di bilik hati. selengkapnya silakan baca tulisan dibawah ini.

Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya.
Melalui ta’aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk
melanjutkannya menuju khitbah.

Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang perempuan.
Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru
pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang
sekarang amatlah berbeda.

aku, jiwa yang sakit … -sebuah komtemplasi-

Posted on the June 28th, 2009 under Opini, Petuah by Deni Santana

tak kubagi makanan pada yang menahan lapar
sebenarnya siapa yang kubiarkan lapar..

tak kuulurkan tangan sejuk pada yang sakit
sesungguhnya siapa yang kubiarkan sakit..

masih tak kusapa jiwa yang sepi..
entah siapa yang tak kupedulikan itu..

aku membiarkan diriku lapar
aku membiarkan diriku sakit
aku membiarkan jiwaku sepi

kau tahu.., aku menyakiti diriku sendiri..

nakjadimande

Pernahkah dalam hidup anda mengalami suatu momentum yang mungkin mengubah jalan hidup anda setelah mendengar atau membaca sepenggal kalimat? Setelah beribu-ribu rangkaian kata tidak mampu mendobrak pintu pintu hati anda?

Petuah #2

Posted on the June 10th, 2009 under Petuah by Deni Santana

Bayarlah kepada pekerja upahnya sebelum kering keringatnya dan beritahukanlah berapa upahnya, ketika dia masih bekerja.
(HR. Baihaqi).

Adakah diantara anda pernah memperkerjakan orang lain? taukah anda apa hak dan kewajiban anda sebagai orang yang memberi pekerjaan atau kita istilahkan dengan majikan?
Taukah juga anda apa hak dan keajiban orang yang anda pekerjakan?

Tentunya sang majikan tidak ingin dilanggar haknya, tapi sudahkan sang majikan ini tidak melanggar hak orang yg diberi pekerjaan olehnya?

Indah sekali saudara apabila kita faham hal-hal dasar seperti ini. Saya pikir tidak perlukan terjadinya demo disana dan disini apabila aturan yang sempurna ini dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Inspiring Story: Cerita Penjual Kerupuk

Posted on the May 29th, 2009 under Petuah by Deni Santana

Sampai sekarang, saya selalu berpikir, mengapa orang sebenarnya bisa jujur
dan dapat dipercaya, hanya karena pintu kematian berada didepan wajahnya.
Yang saya pikirkan, bagaimana caranya membuat manusia setiap saat berada
dalam kondisi atau suasana latihan terjun, mungkinkah?

Lagi.. saya mendapat kiriman email yang menarik dari rekan sekantor tentang… ehhmmm…. silakan dibaca aja dech :) supaya afdol. Begini ceritanya:

Pada tahun 1969, saya mengikuti latihan para dasar, terjun payung statik di
pangkalan Udara Margahayu Bandung. Menjalani latihan yang cukup berat
bersama dengan lebih kurang 120 orang dan ditampung dalam dua barak panjang
tempat latihan terjun tempur.

petuah #1

Posted on the May 26th, 2009 under Petuah by Deni Santana

Agama adalah nasehat….

Itulah penggalan hadist yang sangat masyhur dari rasulullah saw. Saya jadi punya ide setelah mendapat kiriman email berkala tiap minggu dari rekan sekantor yang subject-nya selalu sama : “HADITS PILIHAN MINGGU INI: (topik hadist)”.

Saya beripikir kalo ini bermanfaat buat saya sepertinya akan bermanfaat pula bagi orang lain yang mencari hal yang serupa.
Namun demikian saya bukanlah ahli ilmu.. sayang sekali memang…
jadi disini saya hanya akan menuliskan apa adanya seperti yang saya dapat dari email… Semoga bs bermanfaat dan atau ada rekan-rekan yg dapat menjelaskannya melalui komentar sehingga akan menambah manfaatnya berlipat-lipat.